Biografi Budiono Darsono Pendiri Detik.com, Media Berita Online Terbesar Di Indonesia

Profile Biografi Perjalanan Budiono Darsono Pendiri Detik.com, Mengembangkan Media Berita Online Terbesar Di Indonesia

Bagi mereka yang gemar mencari situs berita online, situs detik.com pastilah sudah tidak asing lagi. Detik.com merupakan salah satu media online yang dikatakan paling besar dan paling banyak dikunjungi.
Profile Biografi Perjalanan Budiono Darsono Pendiri Detik.com, Mengembangkan Media Berita Online Terbesar Di Indonesia
Bahkan tak sedikit pengguna internet yang berlangganan detik.com dan hampir tak pernah melewatkan pagi tanpa membuka laman terkini dari detik.com. Situs yang berisi aneka informasi terbaru yang lengkap ini memang menyajikan suguhan istimewa mulai dari olah raga, ekonomi, politik, teknologi informasi, kesehatan, berita hiburan, dan masih banyak kategori menarik lainnya.

Pencetus ide detik.com

Tapi, tahukah Anda siapa yang ada di balik nama besar dan kesuksesan detik.com ini? Situs Detik.com didirikan oleh 4 orang, yakni Budiono Darsono (Eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (Eks wartawan Tempo), Yayan Sopyan (Eks wartawan DeTik), dan Didi Nugrahadi.

Dari keempat orang pendiri Detik tersebut, pencetus ide pertama dari media berita online ini adalah Budiona Darsono. Ia menginginkan sebuah media yang bisa memberikan informasi paling up to date. Ya, seperti slogan mereka yang berbunyi “Kenapa tunggu besok kalau detik ini juga anda sudah tahu informasi?”

Bio data Singkat Budiono Darsono

Sebelum berbincang lebih lanjut tentang kiprah Budiono Darsono dalam pengembangan detik.com, alangkah lebih baiknya bila kita melihat pada bio data singkatnya berikut ini :
1. Nama lengkap : Budiono Darsono
2. Nama Panggilan : Budi
3. Tempat, tanggal lahir : Semarang, 1 Oktober 1961
4. Istri : Hana Budiono
5. Anak : Fajar Putra Suprabana, Bening Putri Wardani
6. Karier :
a. Karier Kerja Wartawan Surabaya (1984)
b. Karier Kerja Wartawan Majalah Tempo untuk wilayah Jawa Timur (1987)
c. Karier Kerja Wartawan Biro Tempo Jakarta (1988)
d. Karier Kerja Wartawan Berita Buana (1992)
e. Karier Kerja Redaktur Pelaksana tabloid Detik pimpinan Eros Djarot (0)
f. Karier Kerja Editor Eksekutif PT Surya Citra Televisi (SCTV) (0)
g. Karier Kerja Redaktur Eksekutif Simponi (0)
h. Karier Kerja Pendiri dan Direktur Utama PT Agranet Multicitra Siberkom (Agrakom) (1998)
i. Karier Kerja Redaktur Pelaksana detikcom (0)

Perkembangan detik.com

Tahun 1998 adalah tahun kelahiran dari situs detik.com. Ketika itu, situasi politik Indonesia sedang mengalami krisis. Tabloid Detik tempat Budiono Darsono bekerja menjadi salah satu sasaran perusahaan yang diberangus pemerintah dan membuatnya kehilangan pekerjaan.

Dari sinilah, tercetus ide untuk mengembangkan situs media online. Budiono hanya menyaiapkan modal sebuah Handy Talkie (HT), tape recorder, dan semangat membara. Berita utamanya kala itu adalah tragedi 1998 yang merupakan peristiwa pergolakan politik yang memang paling menyorot perhatian.

Nama domain detik.com dipilih karena Budiono Darsono ingin memberikan informasi yang paling terkini pada masyarakat. Niatan untuk menjadi situs berita paling terkini ini juga terpampang dalam slogan di blog resminya berupa “Mengapa menunggu besok? Detik ini juga”.

Memang perjalanan detik.com tidak selalu berjalan mulus. Detik.com pun pernah dikecam karena dianggap menyebarkan berita yang tidak akurat. Di tahun 2005, tampilan homepage Detik.com juga mendapat kritikan karena terlalu banyak menampilkan iklan.

Seiring berjalannya waktu, detik.com terus memperbaiki diri dan berusaha untuk mmenampilan berita terkini namun tetap akurat. Tahun 2011, detik.com diakuisisi oleh CT.Corp dengan nilai mencapai Rp 540 Milliar. Setelah akuisisi ini, detik.com pun semakin berkembang. Kini, Budiono Darsono menjabat sebagai Direktur Utama Detik.com sekaligus sebagai Dewan Redaksi.

Situs Detik.com telah menjadi salah satu situs ternama di Indonesia dengan jumlah visitor mencapai 3 juta hits per hari. Penghasilan yang diperoleh melalui iklan pun sudah mencapai Rp 4 – 5 Milliar per bulan.